Ini Alasan Kenapa Film Model Dilan Milea Sangat Laku Di Indonesia

Asia222 – Beberapa hari lalu (15/02) Temali mengecek film-film yang sedang tayang di salah satu bioskop, berniat mengisi waktu akhir pekan dengan menonton. Namun, tahukah kamu? Ada hal yang menarik di bioskop saat itu, pasalnya hampir seluruh studio menampilkan film Milea: suara dari Dilan. Hanya tersisa sekitar dua jam tayang saja untuk film lain.

Antusiasme penonton pun ternyata tidak kalah besar dan setelah dicek persediaan tiketnya, seluruh jam tayang sudah hampir terisi penuh. Sepertinya penonton memang sudah membeli tiket jauh sebelum waktu tayang. Bertepatan dengan hari kasih sayang, rasanya memang pas sekali nonton film series Dilan 1990. Selain ceritanya yang anak muda banget, gombalan-gombalan yang keluar dari ocehan Dilan yang quotable selalu jadi favorit para penonton.

Menurut Muhammad Rasyid Baihaqi pegiat sekaligus pengamat film mengatakan, film Dilan sudah meraih kesuksesan yang sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari capaian penonton sejak film pertama hingga yang ketiga, semuanya ditonton jutaan orang. Besar kemungkinan di antaranya adalah para pelajar yang memang masih usia sekolah. Kalau dulu kita itu punya Cinta dan Rangga, sekarang kita punya Dilan dan Milea, begitu kata Rasyid.

Baca Juga : Slot Deposit Pulsa

Rasyid juga menambahkan, karakter Dilan yang kuat menjadi hal yang paling istimewa dalam film ini. Banyak dari penonton yang juga merasa terkagum-kagum pada sosok Dilan. Sosok remaja bandel, sering bermasalah tapi juga memiliki wawasan yang cukup luas. Caranya yang unik untuk memikat Milea juga seringkali ditiru atau bahkan dijadikan guyonan di kalangan remaja.

Saat ini, film Milea:Suara dari Dilan pun sudah ditonton oleh 1,2 juta penonton dan jadi box office dalam waktu 3 hari. Seperti series sebelumya Dilan 1990 dan Dilan 1991,  film ini digadang-gadang akan menjadi film Indonesia terlaris pada masanya.

Jalan cerita dari film Dilan yang sudah terlebih dahulu beken lewat novel membuat para penggemarnya penasaran. Kisah asmara Dilan dan Milea yang romantis dan humoris juga jadi daya tarik yang tak kalah dirindukan.

Dari film Dilan para sineas muda juga bisa belajar bahwa karakter yang kuat seperti Dilan bisa membuat cerita menjadi lebih berkesan. Karakter yang kuat ternyata juga bisa menggerakkan banyak orang untuk nonton filmnya berulang-ulang, ujar Rasyid.

Sementara itu, Temali yang juga berbincang dengan beberapa pencinta film Dilan dari beberapa daerah. Ratri Kirana dari Yogyakarta, misalnya. Ia mengatakan merasa cukup penasaran dengan film Dilan ini. Itu karena banyak dari temannya yang juga menyukai novel Dilan karya Pidi Baiq tersebut.

“Aku adalah tim nonton dulu baru baca novelnya. Menurutku, yang menarik dari filmnya adalah cerita masa SMA, dimana kalo film lain itu menceritakan masa SMA dengan alay, cringe, dan romance yang mudah ketebak. Kalo Dilan aku liat trailer-nya yang menarik. Kayak scene Dilan Milea yang di angkot. Jadi aku tertarik buat nonton,” ucap Ratri.

Beda lagi dengan Rahmanita Destiatanti dari Bekasi, yang sudah membaca bukunya duluan, ia bilang nonton karena merasa penasaran dengan visualisasinya. Mungkin shoot view-nya lumayan enak meski latarnya kata gue mah enggak identik sama tahunnya. Tapi penggambaran gue di buku sama novel kaya jauh banget dan rada kecewa sama versi film, kayak jatoh harapan gue,” ucap Rahmanita.

Sementara itu, Annisa Damayanti dari Jakarta Utara bilang. nonton karena diajak teman. Menurutnya, cerita dari series Dilan tidak semenarik apa yang dikatakan oleh banyak orang. Ceritanya cukup mudah ditebak, hanya yang menarik dari karakter Dilan yaitu gombalannya yang bikin baper. Sinematografinya juga keren, klasik ala 90-an, tutur Annisa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *